Inkubator Laboratorium - Wahana hilab indonesia

Daftar isi

Pengertian dan fungsi

Inkubator Laboratorium adalah instrumen penting untuk menumbuhkan berbagai organisme di laboratorium. Inkubator CO2 memungkinkan peneliti untuk menciptakan lingkungan yang optimal untuk kultur sel dan jaringan, sementara inkubator mikrobiologi menyediakan kondisi ideal untuk pertumbuhan mikroorganisme. Opsi berpendingin juga tersedia untuk sejumlah aplikasi lain. Saat membeli inkubator, pastikan mudah di bersihkan dan di gunakan serta andal, sebelum menjelajahi fitur tambahan.

Memilih inkubator untuk laboratorium:

Berikut ini beberapa pertanyaan untuk di tanyakan saat membeli Inkubator:

  1. Berapa kapasitas yang Anda butuhkan?
  2. Bisakah rak di sesuaikan untuk mengoptimalkan ruang interior di inkubator?
  3. Rak terbuat dari apa dan apakah akan menimbulkan korosi jika di gunakan dan di bersihkan dalam waktu lama?
  4. Metode aliran udara apa yang di gunakan dalam inkubator dan apakah inkubator mengandung filter HEPA?
  5. Apakah pemantauan jarak jauh tersedia untuk suhu dan konsentrasi CO2?
  6. Seberapa akurat kontrol dan sensor yang di butuhkan untuk pekerjaan Anda?

Jika membutuhkan inkubator berpendingin?

Jika laboratorium memerlukan inkubator berpendingin yang dapat mempertahankan rentang suhu yang lebih luas, mereka perlu mempertimbangkan dua teknologi pendinginan utama, kompresor uap dan Peltier. Pengguna harus memikirkan efisiensi energi, pemeliharaan, jejak fisik, kontrol suhu, dan ramah lingkungan saat menentukan pilihan.
Ketika kita memikirkan inkubator, gambaran pertama yang muncul di benak biasanya adalah inkubator yang di kisaran suhu antara 30 dan 37°C untuk kultur sel bakteri dan mamalia. Namun, ada juga inkubator berpendingin yang dapat mempertahankan rentang suhu yang lebih luas (antara 5 dan 70°C) dengan presisi yang lebih tinggi untuk aplikasi seperti pertumbuhan mikroorganisme yang bergantung pada suhu, pengujian kualitas produk makanan, serta penyimpanan dan pengangkutan yang di kontrol suhu.

Tips Keamanan dalam memilih inkubator

Inkubator laboratorium saat ini memiliki banyak fitur untuk membantu mencegah kontaminasi, terpenting bagi para peneliti sendiri untuk mengikuti praktik yang baik untuk menghindari masuknya kontaminan biologis ke dalam inkubator. Staf laboratorium harus menghindari menyentuh bagian dalam inkubator dengan tangan kosong atau sarung tangan yang tidak steril dan berbicara di dalam inkubator. Pembersihan dan sterilisasi unit secara teratur juga penting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *