Gram Stain (Pewarnaan Gram)

Latar Belakang dan Pengertian Gram Stain atau Pengecatan Gram

Gram Stain (Pewarnaan Gram): Pada sector mikrobiologi khusus nya analisa laboratorium, identifikasi bakteri menjadi satu hal yang sangat krusial. Dan harus dilaksanakan oleh semua bidang lab mikrobiologi. Ini karena hasil gram stain menjadi dasar pengambilan keputusan langkah2 selanjutnya bahkan penentuan apakah suatu produk memenuhi kualitas atau tidak.

Ada beberapa metode yang pakai dalam proses identifikasi bakteri di laboratorium. Yaitu bisa dengan menggunakan metode molekuler, test gula-gula, test gula-gula yang mengkombinasikan dengan enzymatic. Atau menggunakan pengecatan (dalam hal ini pengecatan gram atau gram stain). Metode-metode itu mempunyai keunggulannya masing-masing dan menyesuaikan kebutuhan masing-masing sesuai tujuan identifikasi. Selanjutnya kita akan bahas apa yang di maksud pengecatan gram ?

Menurut deskripsi Wikipedia. Bahwa Pengecatan Gram atau Gram Stain atau Pewarnaan Gram atau Metode Gram ialah cara atau metode pewarnaan yang paling utama. Dan dapat cocok secara luas pada semua jenis lab mikrobiologi. Pada metode ini, isolate bakteri yang sudah di fiksasi, lalu kemudian di cuci atau di kenai dengan larutan-larutan. Seperti: Pewarna Kristal Violet atau Gram’s Crystal Violet; bahan pemucat atau Gram’s Decolourizer; Sodium atau Grams’s Iodine; zat pewarna tandingan berupa Safranin, 0,5% w/v (Gram’s counterstain) atau juga Basic Fuchsin, 0,1% w/v (Gram’s counterstain).

Sejarah Gram Stain (Pewarnaan Gram)

Nama metode Gram Stain berasal dari nama penemunya yaitu ilmuwan Denmark Hans Christian Gram (1853–1938). Yang berhasil menggunakan teknik ini pada tahun 1884 guna pembeda antara  pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae. Hasil dari pewarnaan menggunakan metode gram di kategorikan menjadi 2 kelompok besar yaitu Bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif. Selanjutnya akan kita jelaskan lebih detail bagaimana perbedaan keduanya.

Beli Sekarang : HIMEDIA Agar Powder Bacteriological

Bakteri gram positif dalam pengamatan mikroskopis akan nampak berwarna ungu tua karena zat pewarna Kristal violet atau crystal violet. Sebaliknya, bakteri gram negative dalam pengamatan mikroskopis akan tampak berwarna merah. Karena zat pewarna Kristal violet atau crystal violet hilang setelah di cuci dengan menggunakan alcohol. Dan kemudian saat berikan zat pewarna tandingan fuchsin atau safranin, akan dapat mempertahankannya.

Gram Stain (Pewarnaan Gram)
Himedia Gram Stain Kit

HIMEDIA FAMILI PRODUK PENGECATAN ATAU STAIN:

  1. K002-1KT Albert’s Metachromatic Stains – Kit (contains S001&S002) : terdiri dari S001-125ML Albert’s Stain A dan S002-125ML Albert’s Stain B.
  2. K004-1KT Capsule Stains – Kit (Contains S021, S025 and S047), terdiri dari: S021-125ML Methelene Blue (aqueous), S025-100ML Nigrosin Stain, 10% w/v, S047-125ML M’Fadyean Stain (Polychrome Methylene Blue).
  3. K001-1KT Gram Stain Kit (contains S012, S032, S013 and S027/S038), terdiri dari: S012-125ML Gram’s Crystal Violet, S032-2x125ML Gram’s Decolourizer, S013-125ML Grams’s Iodine, S027-125ML Safranin, 0,5% w/v (Gram’s counterstain), S038-125ML Basic Fuchsin, 0,1% w/v (Gram’s counterstain).
  4. K005-1KT Ziehl Neelsen Acid Fast Stains – Kit (contains S033, S005 & S022), terdiri dari: S033-125ML Acid fast decolourizer, S005-125ML Carbol Fuchsin (ZN, Strong), S022-125ML Methylene Blue (Loeffler’s).
  5. K006-1KT Schaeffer & Fulton’s Spore Stains – Kit (Contains S028 and S029), terdiri dari: S028-100ML Schaeffer & Fulton’s Spore Stains A, S029-100ML Schaeffer & Fulton’s Spore Stains B.
  6. K003-1KT Neisser’s Metachromatic Stains – Kit (contains S023,S027,S013), terdiri dari: S013-125ML Gram’s Iodine, S023-100ML Neisser’s Methylene Blue, S037-100ML Neutral Red Solution.

CARA KERJA PENGECATAN GRAM

  1. Object Glass atau Kaca Preparat kering bersihkan menggunakan alcohol.
  2. Inoculating loop atau kawat ose di steril kan menggunakan api pijar Bunsen burner lalu biarkan dingin.
  3. Lanjutkan ambil biakan bakteri dari media menggunakan kawat ose lalu di oles ratakan pada objek glass atau kaca preparat.
  4. Object Glass atau kaca preparat di pijarkan sampai kering.
  5. Kemudian teteskan Kristal violet 2-3 tetes dan biarkan kurang lebih 1 menit.
  6. Selanjutnya object glass atau kaca preparat tersebut guyur dengan akuades (mengalir) dan keringkan.
  7. Lanjutkan meneteskan Lugol, mendiamkan kurang lebih 1 menit, lalu cuci dengan air mengalir dan keringkan.
  8. Kemudian berikan alcohol selama 30 detik, kemudian guyur air dan keringkan.
  9. Berikan larutan Safranin selama 20 detik, lalu cuci dengan air mengalir dan keringkan.
  10. Pengamatan kaca preparat menggunakan mikroskop dengan perbesaran spek bisa sampai 1000 kali.

Nah…sudah jelas ya dengan penjelasan di atas mengenai metode pengecatan gram? Jika ingin informasi lebih detail mengenai bahan-bahan utama pengecatan gram atau metode lain, beserta alat-alat laboratorium penunjangnya. Langsung hubungi kami dan tim sales akan dengan senang hati membantu.

Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *