Culture-media-used-in-microbiology

Latar Belakang dan Pengertian Media Kultur Bakteri

Microbiology Culture Media: Setiap makhluk hidup manusia, hewan, dan tumbuhan baik yang ukuran mikro ataupun makro memerlukan suatu kondisi yang optimal supaya dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik. Kondisi yang optimal tersebut meliputi kondisi nutrisi, kondisi tempat tinggal, dan kondisi lingkungan pendukungnya. Dan setiap makhluk hidup memiliki kondisi optimal ideal nya masing-masing untuk dapat bertahan hidup, tumbuh, dan berkembang biak.

Demikian juga berlaku untuk makhluk yang bernama bakteri dan yeast mold memerlukan media tumbuh, nutrisi asupan, dan lingkungan yang tepat untuk dia bertahan hidup, tumbuh, dan berkembang. Makhluk-makhluk tersebut merupakan jenis mikrobiologi yang kalau kita bahas perkembang biakannya bisa di alam bebas (natural) maupun di skala laboratorium (kultur). Dan dalam hal ini kita akan bahas media kultur bakteri dalam skala laboratorium.

Koloni Bakteri Dalam Biakan Media Agar Cawan Petri

Dalam laboratorium, bakteri dan yeast mold sengaja diperbanyak melalui metode kultur bakteri, yang mana sampel bakteri dapat diambil dari alam bebas maupun sampel tertentu dan untuk tujuan tertentu. Oleh karena itu para ilmuwan jaman dahulu menciptakan media supaya mikroorganisme tersebut dapat tumbuh dan berkembang dalam skala kultur laboratorium. Para ilmuan menemukan media paling optimum untuk pertumbuhan bakteri berupa media agar seperti yang dikenal saat ini.

Media agar merupan media untuk pertumbuhan bakteri maupun yeast mold yang mana komponen utamanya adalah agar sebagai gelling agent, ada nutrisi, dan ada selektif agent. Setiap bakteri maupun yeast mold memerlukan nutrisi spesifik dan juga selektif untuk keperluan pertumbuhan, terutama apabila ingin mengkultur bakteri tertentu (selektif kultur). Paragraf selanjutnya akan kita bahas mengenai formulasi media kultur bakteri yang umum ada, silahkan simak penjelasan berikut ini:

Media Agar Dalam Cawan Petri

Komponen Media Agar Mikrobiologi

Formulasi media kultur bakteri dan komponennya dapat berdasarkan perbedaan peran dan fungsi masing-masing komponen:

  • Nutrient: proteins/peptides/amino-acids.
  • Energy: carbohydrates.
  • Essential Metals and Minerals: calcium, magnesium, iron, trace metals: phosphates, sulphates, dll.
  • Buffering Agents: phosphates, acetates, dll.
  • Indicators for pH changes: phenol red, bromocresol purple, dll.
  • Selective Agents: chemicals, antimicrobial agents.
  • Gelling Agar: Umumnya berupa agar
Penyimpanan Media Agar Mikrobiologi

Kondisi Penyimpanan Microbiology Culture Media

Untuk menjamin performa optimum dari sebuah media mikrobiologi, maka media harus berada pada kondisi spesifik dan tidak lebih lama dari shelf-life . Kondisi penyimpanan dan tanggal kadaluwarsa setiap produk tertera pada label kemasan botolnya, maupun product insert. Pemakaian produk media agar sebaiknya berurutan sesuai lot nya.

Cahaya

Semua media kulture yang sudah siap pakai (sudah jadi agar) ditempatkan jauh dari cahaya dan hindari cahaya matahari secara langsung. Paparan langsung dengan cahaya akan mengakibatkan perubahan kondisi pada komponen-komponen media tersebut.

Kelembapan atau Humidity

Pada kultur media yang masih dalam bentuk powder atau granul dalam botol atau container, akan sangat riskan terhadap kelembapan apabila tutup tidak rapat atau bahkan terbuka. Udara panas lembab (steam) pada ruang penyimpanan itu merupakan kondisi yang tidak ideal untuk penyimpanan botol/ kontainer media kultur, terlebih lagi apabila botol/ container sering buka dan tutup. Kondisi udara yang dingin dan kering (AC) sangat cocok untuk penyimpanan media kultur dalam bentuk powder/ granul.

Suhu dan Waktu

Kondisi penyimpanan media kultur bakteri sangat bervariasi menyesuaikan kondisi pengelompokan produk. Paragraf berikutnya akan coba saya jelaskan lebih rinci mengenai perbedaan kondisi tersebut.

Prepared Agar and Broth Media: penyimpanan pada suhu 2–8ºC, dan tidak boleh masuk kedalam freezer. Kelompok ini umumnya mempunyai shelf life kurang dari 2 tahun.

Biochemical Reagents: Kelompok ini umumnya dapat simpan pada suhu 2–8ºC dan shelf life kurang dari 5 tahun.

Selective and Sterile Reagents: Penyimpanan pada suhu 2–8ºC. Shelf life bisa 1 minggu sampai dengan 2 tahun.

Dehydrated Culture Media: Dalam kondisi tersegel dan kontainer tertutup rapat dapat simpan pada 15–20ºC. Shelf life umumnya 1-5 tahun.

Susceptibility Discs atau antibiotik disc: penyimpanan pada –20ºC, tetapi jika kemasan sudah terbuka dan sedang dalam pemakaian maka dapat simpan pada 2–8ºC. Shelf life 1-3 tahun.

Diagnostic Reagents: penyimpanan pada suhu 2–8ºC, tidak masuk freezer. Shelf life biasanya kurang dari 3 tahun.

Dan tentunya masih banyak pengelompokan produk lainnya yang belum saya sebutkan satu per satu pada artikel ini. Untuk setiap pembelian media mikrobiologi silahkan teliti kemasannya dan informasi pada label, karena akan terdapat info kondisi penyimpanan, expired date, dll.

Microbiology Culture Media

Dehydrated Culture Media Dalam Format Powder

Dehydrated Culture Media memiliki beberapa bentuk fisik yaitu berupa Powder, Fine Powder, dan Granule dalam kemasan sachet, botol, maupun container yang lebih besar. Berikut ini akan kita bahas satu per satu perbedaan antara ketiganya.

Format Microbiology Culture Media

  • Bentuk Powder: berupa serbuk powder seperti gambar atas. Bentuk seperti ini memiliki beberapa kelemahan dan kelebihan. Kekurangannya adalah bentuk powder sangat sensitif terhadap kelembapan udara, sehingga saat buka tutup botol tidak rapat dan ada udara lembab masuk maka akan lebih mudah menggumpal. Tetapi bentuk powder juga memiliki kelebihan bahwa ketika proses pelarutan akan lebih mudah larut dan homogen.
  • Bentuk Fine Powder: berupa serbuk yang sangat halus, lebih halus dari powder biasa. Mempunyai kelebihan dan kekurangan seperti diatas. Satu lagi yang harus extra hati-hati ketika laboran sedang menangani media dalam bentuk powder adalah menjaga supaya taburan powder yang terkena udara tidak terhirup nafas, sarankan menggunakan masker karena beberapa komponen media mungkin saja berbahaya.
  • Bentuk Granul: berupa bentuk partikel-partikel besar seperti pellet. Bentuk seperti ini mengurangi resiko terpapar terhadap kelembapan udara, yang mana akan lebih susah menggumpal. Yang perlu menjadi perhatian ketika proses pelarutan, proses pengadukan harus lebih menjadi perhatian supaya bisa merata dan granul hancur.
Media Agar Mikrobiologi Dalam Format Granul

Demikianlah penjelasan singkat dan umum kami mengenai media mikrobiologi sebagai gambaran dasar. Apabila anda membutuhkan media mikrobiologi, jangan ragu untuk menghubungi kami untuk mendapat informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi, kegunaan, harga, dan kondisi stock.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *